SURABAYA || beritaihwan.com - 18 Oktober 2025 - Dalam kehidupan rumah tangga, kata-kata seorang ibu memiliki kekuatan yang luar biasa. Namun, tidak jarang dalam situasi tertentu, sebagian ibu tanpa disadari melontarkan ucapan yang seolah menyalahkan ayah di hadapan anak-anaknya. Fenomena ini menjadi perhatian banyak pihak karena dapat mempengaruhi pandangan anak terhadap sosok ayah dan keseimbangan keluarga.
Kondisi ini terjadi di berbagai lapisan masyarakat, di mana ibu sebagai sosok utama pengasuh anak sering kali meluapkan emosi atau kelelahan dengan menyebut kekurangan suaminya di depan anak-anak. Padahal, perilaku tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis yang cukup besar bagi tumbuh kembang anak. Mereka bisa menilai ayah secara negatif dan kehilangan rasa hormat kepada figur tersebut.
Menurut sejumlah pakar keluarga dan psikologi, perbedaan peran antara ayah dan ibu sering kali menjadi penyebab utama Ibu yang lebih banyak berinteraksi dengan anak memiliki kecenderungan lebih ekspresif dalam mengungkapkan perasaan, termasuk kekecewaan terhadap pasangan. Sementara ayah yang lebih pendiam atau sibuk bekerja sering disalahpahami sebagai sosok yang kurang peduli. Ketidakseimbangan komunikasi ini akhirnya menciptakan persepsi yang salah di mata anak-anak.
Fenomena ini banyak terjadi di lingkungan keluarga perkotaan maupun pedesaan Perubahan gaya hidup, tekanan ekonomi, hingga kurangnya waktu untuk berdialog menjadi faktor pemicu yang memperlemah hubungan emosional antara suami, istri, dan anak-anak. Dalam beberapa kasus, anak menjadi korban konflik tidak langsung antara kedua orang tuanya.
Para pemerhati keluarga mengimbau agar setiap orang tua belajar mengelola emosi dengan baik Ibu diharapkan tidak menjadikan anak sebagai tempat curhat atau pelampiasan masalah rumah tangga, sementara ayah perlu lebih aktif berperan dalam urusan rumah dan komunikasi keluarga. Dengan saling memahami peran masing-masing, keharmonisan rumah tangga akan terjaga, dan anak-anak tumbuh dengan penuh rasa cinta dan hormat terhadap kedua orang tuanya.
Melalui kesadaran ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa kata-kata ibu adalah doa dan juga cermin bagi anak-anaknya. Maka dari itu, penting bagi setiap orang tua untuk menjaga tutur kata dan saling menghargai di depan anak, agar tumbuh generasi yang kuat, penuh kasih, dan berakhlak baik.
Reporter : Ihwan
