BOYOLALI || beritaihwan.com - Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., menghadiri penutupan Seminar dan Peningkatan Kemampuan Menuju Pondok Pesantren Darusy Syahadah yang Mandiri, Berkelanjutan, serta Bebas Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme yang Mengarah pada Terorisme. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Darusy Syahadah, Gunungmadu, Dukuh Gumukrejo, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Rabu (5/2/2026).
Seminar yang diselenggarakan oleh Densus 88 Antiteror Polri ini diikuti sekitar 500 peserta dan berlangsung selama empat hari. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta mencegah berkembangnya paham intoleransi dan radikalisme di lingkungan pesantren.
Ketua Yayasan Yasmin, Ustadz Mustaqim Safar, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan dengan lancar. Ia menegaskan komitmen pondok pesantren untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pendidikan dan kegiatan taklim. Menurutnya, membangun bangsa membutuhkan kesabaran, konsistensi, serta kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Kepala Densus 88 AT Jawa Tengah, Brigpol Sentot Setiyadi, S.I.K., M.I.K., mengapresiasi Ponpes Darusy Syahadah sebagai salah satu pondok pesantren besar dan tertua yang mampu mengikuti rangkaian seminar dengan penuh semangat. Ia menilai keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
Dalam kesempatan tersebut, para santri juga diharapkan tetap istiqomah dalam menuntut ilmu dan beribadah, serta mampu menjadi generasi yang produktif, kreatif, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Pasca kegiatan ini, diharapkan tidak ada ruang bagi intoleransi, radikalisme, maupun ekstremisme yang mengarah pada terorisme.
Usai penutupan seminar, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan bazar produk hasil pelatihan peserta sebagai bentuk pemberdayaan santri. Selain itu, dilakukan pula penanaman bibit secara simbolis bantuan dari Kementerian Pertanian RI di lahan pertanian pondok pesantren bersama para tamu undangan, sebagai langkah nyata mendukung kemandirian dan ketahanan pangan pesantren.
Reporter : Ihwan
