MEDIA ONLINE BERITA IHWAN | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA Babinsa Koramil Elar Kawal Mediasi Sengketa Tanah di Pota, Kedepankan Solusi Damai
Beritaihwan.com

Babinsa Koramil Elar Kawal Mediasi Sengketa Tanah di Pota, Kedepankan Solusi Damai


MANGGARAI TIMUR || beritaihwan.com - Upaya penyelesaian sengketa tanah di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, terus didorong lewat jalur damai. Pada Senin, 13 April 2026, Anggota Koramil 1 612 - 04/Elar, Serka A. Malik, turun langsung mengawal proses mediasi yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Pota.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Sambi Rampas Rusmin, A.Ma, Lurah Pota Andi Hamid, A.Md, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pota Aipda Syamsudin, kedua pihak yang bersengketa, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Sejak awal, suasana mediasi berlangsung cukup kondusif. Masing-masing pihak diberikan ruang untuk menyampaikan kronologi dan klaim mereka secara terbuka. Pendekatan musyawarah mufakat pun jadi kunci utama dalam mencari titik temu.

Kehadiran Babinsa bersama unsur pemerintah dan kepolisian menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas forum. Selain mengawal jalannya mediasi, aparat juga berperan sebagai penengah agar diskusi tetap berjalan dalam koridor yang sejuk dan tidak memicu konflik baru.


Serka A. Malik menegaskan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan seperti ini adalah bagian dari tanggung jawab menjaga keamanan wilayah binaan.
“Kami hadir untuk memastikan proses mediasi berjalan aman dan lancar. Harapannya, permasalahan ini bisa diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sambi Rampas Rusmin, A.Ma, menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan melalui dialog.
“Penyelesaian secara musyawarah adalah langkah terbaik. Kami berharap kedua belah pihak bisa menerima hasil mediasi dengan lapang dada demi menjaga kerukunan dan ketertiban di wilayah ini,” ungkapnya.

Mediasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga kondusifitas wilayah. Pendekatan humanis dan komunikasi terbuka terus diutamakan agar setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa harus berujung konflik berkepanjangan.

(Ihwan)
Lebih baru Lebih lama

BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA