MEDIA ONLINE BERITA IHWAN | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA Upaya Lamongan Antisipasi Banjir Dengan Bangun Kolam Dan Keruk Lumpur
Beritaihwan.com

Upaya Lamongan Antisipasi Banjir Dengan Bangun Kolam Dan Keruk Lumpur


LAMONGAN Beritaihwan.online Berbagai Upaya Mencegah Terjadinya Banjir Di kawasan Perkotaan Di Lamongan Terus Dilakukan Berbagai CaraTtersebut Di Antaranya Adalah Membangun kolam Retensi Drainase Dan Memaksimalkan Program Gerakan Bersih Lumpur Saluran Dalam Kota GEMPUR SALOKA. 


Kepala Dinas PU SDA Lamongan Gunadi Mengatakan Pemkab Lamongan Melalui Dinas PU Sumber Daya Air Membuat Kolam Retensi Drainase di wilayah Kota Lamongan Yang Dibangun Di atas Lahan Seluas 1,5 Hektar. Kolam Retensi Ini Diperkirakan Mampu Menampung Volume Air Sekitar 25.000 Meter kubik Air Untuk Menampung Resapan Air Di Wilayah Kota.


Pembangunan Kolam Retensi Difungsikan Untuk Menampung Air, khususnya Di Wilayah Yang Masuk Di Kanal Pembuang Sidokumpul Mulai Dari Jalan Sumargo Di kelurahan Tlogoanyar ke utara jalan Nasional Di Kelurahan Sidokumpul, Kata Gunadi Selasa (10/10/2023).


Kolam Retensi Ini, Kata Gunadi, Diharapkan Mampu Menjadi Solusi Mengatasi Genangan Air Hujan Dan Banjir Dalam Kota Lamongan. Teknisnya,Banjir Dari Kota Yang Ditampung Dalam Kolam Retensi Tersebut Akan Dibuang Ke Kali Otik Dimana Pembuangan Ke Kali Dilakukan Dengan 2 Alternatif, Yakni Dengan Dipompa Dan Dikeluarkan Lewat 2 Pintu Di Bibir Jalan Barat Dan Sisi Timur Jalan.


Kolam retensi ini, kata Gunadi, diharapkan mampu menjadi solusi mengatasi genangan air hujan dan banjir dalam Kota Lamongan. Teknisnya, banjir dari kota yang ditampung dalam kolam retensi tersebut akan dibuang ke Kali Otik dimana pembuangan ke kali dilakukan dengan dua cara, yakni dengan dipompa dan dikeluarkan lewat dua pintu Di bibir jalan barat dan di sisi timur jalan.


Untuk itu nanti kita buatkan rumah pompa kapasitas 600 liter per detik. Jadi ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, maka pembuangannya dengan cara dipompa, ujarnya.


Gunadi menambahkan pembangunan kolam retensi untuk solusi genangan dalam kota saat ini sedang dikebut sebelah musim penghujan tiba. Meski demikian, tetap memperhatikan detail konstruksi agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.


Deadline awal Desember, karena menurut BMKG Bulan November ini sudah mulai hujan, jadi kita berupaya semaksimal mungkin, Imbuhnya.


Selain membangun kolam retensi, Lamongan juga tengah memaksimalkan program gerakan bersih lumpur saluran dalam kota GEMPUR SALOKA Tujuannya, kata Gunadi, agar saat musim hujan tiba, saluran sudah bisa berfungsi optimal.


GEMPUR SALOKA sudah aktif sejak tahun 2022, yang mana memang sudah terjadwal. Biasanya kita mulai aksi pada pertengahan musim kemarau sampai awal musim hujan, tutur Gunadi.


Menurut Gunadi, hadirnya GEMPUR SALOKA mampu membawa perubahan cukup signifikan, yakni penurunan muka air di saluran dan mempercepat surutnya air saat terjadi genangan.Gunadi menjelaskan sampai saat ini akan fokus menuntaskan permasalahan saluran di 2 Kecamatan. Namun tidak menutup kemungkinan program GEMPUR SALOKA bisa diperluas Cakupannya.


Sampai saat ini masih menyelesaikan di 2 Kecamatan dan tidak menutup kemungkinan akan menyebar ke kecamatan-kecamatan lain. Kita juga sedang mengatasi kendala kita di lapangan, yakni susahnya akses masuk menuju saluran akibat padatnya permukiman, serta banyaknya bangunan liar yang berada di Atas saluran,Pungkas Gunadi.

Penerbit : ihwan 



Lebih baru Lebih lama

BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA