BOYOLALI || beritaihwan.com - Di bawah terik matahari, suara mesin molen yang terus berputar berpadu dengan canda ringan warga. Di Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, pembangunan Jembatan Garuda bukan sekadar proyek infrastruktur - melainkan cerita tentang kebersamaan dan harapan.
Senin (04/05/2026), Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Serka Budi, tampak menyatu dengan warga. Tanpa ragu, ia ikut mencampur adonan semen, mengangkut material, hingga membantu proses pengecoran. Tak ada jarak antara aparat dan masyarakat, semua bekerja bahu-membahu.
Di sisi lain, warga bergantian menuangkan campuran beton ke titik-titik konstruksi. Meski alat yang digunakan sederhana, semangat mereka luar biasa. Setiap ayunan sekop dan dorongan angkong seolah membawa harapan akan masa depan yang lebih baik.
Jembatan Garuda sendiri menjadi kebutuhan penting bagi warga Desa Bolo. Selama ini, akses yang terbatas sering menyulitkan, terutama saat musim hujan tiba. Jalan licin dan jalur yang kurang memadai kerap menghambat aktivitas sehari-hari.
“Kalau jembatan ini jadi, kami tidak perlu khawatir lagi saat hujan,” ungkap salah satu warga dengan penuh harap.
Lebih dari sekadar membangun jembatan, kegiatan ini mempererat ikatan sosial antarwarga. Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya membantu secara fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Dengan kerja keras yang terus dilakukan tanpa mengenal lelah, warga optimistis Jembatan Garuda akan segera rampung. Nantinya, jembatan ini bukan hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol kuatnya persatuan dalam membangun desa.
(Ihwan)
